Featured

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pages

Blogroll

Popular Posts

Popular Posts

Media dan Masyarakat

Disini kami akan memberikan berita-berita terbaru dari seluruh Indonesia, dengan kelengkapan isi berita yang dapat memberikan informasi kepada anda mengenai kejadian-kejadian disekitar anda dengan singkat, padat, jelas dan fakta.

2 Pendaki Gunung Semeru asal Cirebon hilang usai dari puncak


Ilustrasi Pendaki Gunung. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang pendaki asal Cirebon, Supriyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Safitri (16), dikabarkan hilang di puncak Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. Mereka belum ditemukan hingga Minggu (22/5).

"Pencarian masih terus dilakukan dan hingga hari ini belum ada tanda-tanda ditemukannya dua pendaki yang nekat naik ke puncak Semeru (Mahameru) itu," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Purwanto, di Lumajang.

Menurut Purwanto, kejadian hilangnya dua pendaki itu berawal dari rombongan terdiri dari enam orang. Yakni Sukron, Ahmad Khaerudin, Rizatul Rizki, Lindianasari dan dua orang korban hilang, berangkat dari Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (17/5), menuju ke Ranu Kumbolo.

"Pada Rabu (18/5), rombongan berangkat dari Ranu Kumbolo menuju ke Pos Kalimati. Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan ke Mahameru pada Kamis (19/5)," ujar Purwanto.

Kemudian sampai batas vegetasi, dua orang turun ke Kalimati karena sakit dan empat orang terus melanjutkan perjalanan ke puncak. Kemudian pada pukul 08.00 WIB tiba di Watugedhe dan mereka beristirahat.

"Survivor melanjutkan perjalanan ke puncak Semeru. Namun kabarnya mereka tidak kuat mendaki ke Mahameru dan memutuskan untuk turun. Ketua rombongan awalnya menunggu di Watugedhe. Namun dua orang tersebut juga tidak turun hingga mereka turun ke Kalimati dan melaporkan kepada komunitas Sahabat Volunteer Semeru (Saver), tentang hilangnya dua kawannya itu," ucap Purwanto, seperti dilansir dari Antara.

Hilangnya dua pendaki asal Cirebon, lanjut Purwanto, dilaporkan kepada petugas di Pos TNBTS wilayah Ranu Pani, pada Jumat (20/5). Saat itu juga anggota Saver bernama Sukaryo melakukan pencarian ke Mahameru. Namun hasilnya nihil dan tidak menemukan dua pendaki itu.

"Pencarian SAR secara terbuka atau 'Open SAR' dilakukan sejak Sabtu (21/5), dengan melibatkan enam orang anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang, 20 personel TNBTS, enam anggota SAR, enam orang porter, masyarakat sekitar, dan bantuan tujuh personel dari Basarnas Jember," tambah Purwanto.

Guna memudahkan proses pencarian, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, sejak Sabtu (21/5) pukul 20.00 WIB.

Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), batas pendakian jalur pendakian Gunung Semeru hanya dibatasi sampai Kalimati, seiring dengan statusnya yang masih waspada. Para pendaki juga sudah meneken surat pernyataan di atas meterai supaya mendaki hingga Kalimati.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Blog templatesFree Web Templates